<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1249314678327751022</id><updated>2011-04-21T11:05:21.240-07:00</updated><category term='Ubuntu'/><category term='Agama'/><category term='Politk'/><category term='Transportasi'/><title type='text'>srocates</title><subtitle type='html'>"......kita adalah proses......"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://srocates.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srocates.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>srocates</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428163667739891626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1249314678327751022.post-735100713666638210</id><published>2009-01-26T04:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T04:37:20.585-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politk'/><title type='text'>Fatwa Haram Golput MUI</title><content type='html'>Wah.... menarik juga tuh, Majelis Ulama Indonesia(MUI) membuat fatwa haram bagi Golongan Putih (Golput), MUI beralasan bahwa memilih pemimpin itu adalah salah satu kewajiban seorang muslim, karena kalau muslim tidak memilih maka tidak akan pemimpin, nah jika tidak ada pemimpin maka hancurlah kita .....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pendapat yang bermunculan di kalangan politisi, mulai dari yang mendukung, yang biasa-biasa saja sampai ada juga yang tidak mendukung, bagi saya sendiri perlu diposisikan dahulu fatwa tersebut, terkesan menyudutkan masyarakat, kalau berbicara dalam konteks politik, bahwa warga negara harus menentukan pilihannya, ini harus dilihat dalam konteks proses, jangan dilihat dari kaca mata disaat pemilihan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan pilihan, haruslah pilihan yang memiliki nilai, jadi bukan hanya sekedar menentukan pilihan, setelah itu masyarakat diam lagi, perlu diingat demokrasi akan menjadi sistem yang baik, jika para pemilih memiliki syarat untuk menjadi baik, yaitu :&lt;br /&gt;1. Pemilih harus memiliki pengetahuan&lt;br /&gt;2. Pemilih harus memiliki keinginan &lt;br /&gt;3. Pemilih harus memiliki sikap&lt;br /&gt;4. Pemilih harus memiliki aksi&lt;br /&gt;Jika pemilih tidak memiliki 4 syarat di atas, maka mau sebanyak apapun masyarakat melakukan pemilihan, masyarakat akan tetap menjadi objek dari demokrasi, tetap saja yang kaya lebih kaya dan yang miskin tetap saja miskin, dan gap antara masyarakat dengan partai politik tetap saja semakin renggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayanya MUI tidak melihat dari kacamata partai politik, padahal masyarakat akan dengan sadar memilih, jika partai politik secara berkesinambungan melakukan pendidikan politik, jangan di pahami pendidikan politik itu jika pada acara suksesi saja, pendidikan politik itu dilakukan setiap saat yang direncanakan tidak tergantung pada acara suksesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, perlu di definisikan lagi, Golput itu apa, apakah yang tidak datang ke TPS atau yang datang ke TPS tapi tidak menggunakan hak pilihnya?&lt;br /&gt;Karena ini akan berbeda jika di berlakukan kepada semuanya, jika kepada yang tidak datang perlu dilihat dulu, mereka tidak datang karena kesulitan untuk mengikuti pemilihan atau apa, nah kalau kesulitan maka, perlu ada metode pemilihan yang sangat memudahkan bagi pemilih agar tidak ribet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah klo fatwa Golput di berlakukan kepada mereka yang datang ke TPS tapi tidak menggunakan hak pilihnya, nah itu bagi saya tidak berlaku fatwa haram tersebut dan tidak adil, karena kenapa fatwa haram tersebut berlaku kepada masyarakat, KENAPA JUGA MUI TIDAK MENGELUARKAN FATWA HARAM BAGI PARTAI POLITK YANG TIDAK MELAKUKAN PENDIDIKAN POLITIK.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1249314678327751022-735100713666638210?l=srocates.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srocates.blogspot.com/feeds/735100713666638210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1249314678327751022&amp;postID=735100713666638210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/735100713666638210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/735100713666638210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srocates.blogspot.com/2009/01/fatwa-haram-golput-mui.html' title='Fatwa Haram Golput MUI'/><author><name>srocates</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428163667739891626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1249314678327751022.post-6388933201785698404</id><published>2009-01-26T03:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T04:15:34.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transportasi'/><title type='text'>Jalur Kereta Sukabumi - Bogor di Buka Kembali</title><content type='html'>Wah senengnya, kereta sukabumi-bogor dibuka kembali, kalau boleh bernostalgia, waktu kecil kereta tersebut menjadi teman untuk bermain ke luar kota, banyak cerita di dalam kereta Sukabumi-Bogor, mulai dari gratisnya naik kereta sampai hilangnya topi kesayangan di salah satu stasion kereta menuju Sukabumi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta Api merupakan salah satu moda angkutan masal, Kereta Api bisa dikatakan solusi alternatif dari permasalahan transportasi, mengapa demikian, kereta api memikili jaringan jalan sendiri, sehingga kemungkinan kemacetan tidak akan terjadi, disamping itu waktu tempuh menjadi lebih cepat, dibandingkan dengan moda angkotan yang ada untuk menempuh jalur Sukabumi - Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan jika, kita melakukan perjalanan dari Sukabumi - Bogor menggunakan kendaraan roda empat, ada beberapa titik rawan kemacetan, di antaranya, Cisaat, Karang Tengah, Cibadak, Parung Kuda, Cicurug dan sampai ke Bogor (Maklum taunya daerah Sukabumi), titik kemacetan tersebut lebih banyak diakibatkan oleh adanya industri di jalur Sukabumi-Bogor, sejauh yang pernah saya alami, jika waktu keluarnya pegawai pabrik, jalur Cicurug sampai Cibadak itu akan macet, sehingga bisa memakan waktu lama untuk sammpai di tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang betul ada jalan alternatif, seperti, untuk menghidari kemacetan Cibadak kita bisa melabung ke daerah Utara melalui jalu Nagrak, begitu pula untuk menghindari kemacetan di Cicurug, kita bisa mengabil jalur ke Utara, klo dari Sukabumi kita bisa mengambil jalur setelah Mesjid Nurul Anda dan keluar di Taman Angsan, akan tetapi tetap saja, infrastruktur jalan yang ada, belum bisa melayani jalur cepat, yah lumayanlah setidaknya bisa mengganti rasa jenuh daripada terjebak macet. Kalau di itung-itung waktu tempuh Sukabumi-Bogor bisa mencapai 4 Jam kalau kondisi macet bahkan lebih, namun jika kondisi lancar bisa di tepuh sapai 2 jam, namun kondisi lancar itu jarang terjadi kalau kita melakukan perjalan di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bumi Geulis" itu nama kereta yang melayani jalur Sukabumi-Bogor, untuk saat ini, sampai tulisan ini di buat, waktu pelayanan kereta api adalah, keberangkatan dari Sukabumi jam 05.00 sedangkan keberangkatan dari Bogor jam 17.00, dengan daya tempuh kurang lebih 2 jam, dengan harga untuk perjalanan Sukabumi - Bogor Rp. 8000 sedangkan untuk perjalan Sukabumi - Parungkuda Rp. 5000, dan sekarang pelayanan dalam gerbong kereta api sudah di perbaiki, mulai dari pedagang tidak ada yang berjualan di atas gerbong, berbeda dengan waktu dulu, banyak sekali lalu lalang pedagang yang menawarkan barang, di tambah lagi petugas pemeriksa karcis didampingi oleh dua polisi, sehingga kemungkinan penumpang gelap dapat di minimalisir, dan tidak ada istilah bayar di atas gerbong. Wah sudah berbeda sekarang, "Bumi Geulis" mudah-mudahan tetap menjadi "Geulis", jangan samapi "Geulis"nya hilang, karena petugas yang tidak tegas, dan petugas dapat di sogok, perlu di perhatikan, bahwa moda angkutan masal dapat menyelesaikan masalah transportasi, jika pelayanannya sangat memuaskan, dijamin masyarakat akan berbondong-bondong menggunakannya, misalkan dari segi keamanan jangan sampai ada ketidak nyamanan penumpang, dan juga daya tampung perlu di tambah, katanya sekarang juga masih berdesak-desakan, hmmmmmmm..... bisa dikatakan antusias masyarakat sangat tinggi, tinggal sekarang pihak pengelola dapat memberikan pelayanan yang prima.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus "Bumi Geulis", kami selalu memantau ke"Geulis"an mu, kami akan berteriak lantang, jika ke"Geulis"an mu ada yang mencoreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1249314678327751022-6388933201785698404?l=srocates.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srocates.blogspot.com/feeds/6388933201785698404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1249314678327751022&amp;postID=6388933201785698404' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/6388933201785698404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/6388933201785698404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srocates.blogspot.com/2009/01/jalur-kereta-sukabumi-bogor-di-buka.html' title='Jalur Kereta Sukabumi - Bogor di Buka Kembali'/><author><name>srocates</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428163667739891626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1249314678327751022.post-5643513094501254735</id><published>2008-12-27T10:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T11:20:46.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Keadilan Ilahi Pada Waktu Siksa Kubur</title><content type='html'>Aku Sepakat dengan Dia&lt;br /&gt;Posted by: "Verri DJ" verri_dj@component.astra.co.id verri_dj&lt;br /&gt;Wed Dec 26, 2007 8:43 pm (PST)&lt;br /&gt;Keadilan Ilahi Pada Waktu Siksa Kubur Ada pertanyaan menyangkut keadilan Ilahi yang mengelitik fikiranku, terutama mengenai konsep ruang dan waktu antara mahluk (yang diciptakan) dengan Tuhan (Sang Pencipta). Demikian pertanyaannya rekan Wirajhana Eka : "Mohon berkenan menjawab contoh soal dibawah ini: misalkan A hidup 5000 tahun sebelum tahun 0. B hidup di tahun 0. kiamat semesta adalah di tahun 100. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Umur hidup adalah sama selama 60 tahun. hitungan tahun adalah mengikuti waktu bumi, baik a dan b melakukan perbuatan yang sama semasa hidup sehingga hasil perbuatan baik itu dosa/pahala ternyata setelah ditakar "hakim" adalah sama. Jadi a dan b sekarang ada dialam kubur...karena pintu surga dan neraka belum dibuka hingga kiamat tiba. A akan akan berada di alam kubur selama 5000 tahun + 40 tahun,b akan berada di alam kubur selama 40 tahun. asumsi perbuatan itu mengakibatkan ia tidak disiksa di alam penantian (kubur), apakah ini konsep yang fair terhadap b? yang cuma menanti 40 tahun,dibandingkan a yang menanti tertidur selama 5040 tahun? Asumsi perbuatan itu mengakibatkan ia mengalami siksa kubur, maka a akan mengalami siksa kubur selama 5040 tahun, dan b cuma 40 tahun...apakah ini fair terhadap a? Apabila just waiting tanpa siksa kubur...dan a tentunya akan menderita, siksaan "batin" selama 5040 tahun dibandingankan b yang cuma 40 tahun.. Bagaimanakah menjawab ini dengan dalil agama yang anda anut untuk membuktikan selisih 5000 tahun adalah adil! yang tentunya juga berarti sudah membuktikan bahwa TUHAN MAHA ADIL".&lt;br /&gt;Jawab : Pertanyaan diatas adalah pertanyaan berbau filsafat perenial dipertentangkan dengan persoalan agama. Seolah-olah persoalan di atas menuduh bahwa tuhan itu tidak adil, secara pemahaman adil dalam bahasa dan takaran manusia. Membahas keadilan manusia biasanya kita terperangkap akan definisi adil itu harus sama, sama rasa, sama rata. Arti keadilan secara leksikal adalah sama dan menyamakan, menurut pandangan umum keadilan itu berarti menjaga hak-hak orang lain. Keadilan adalah lawan kedzaliman. Berdasarkan hal itu, maka adil bukan berarti memberikan secara sama kepada seluruh umat manusia atau mahluk lain. Contoh, hakim yang adil adalah memberikan sesuatu kepada yang ber hak, bukannya memberikan bagian yang sama kepada pihak yang bertikai. Demikian pula dengan keadilan Ilahi, Tuhan tidak menciptakan mahluknya dalam bentuk yang sama, seperti robot hasil cetakan pabrik yang harus sama sesuai dengan mouldingnya. Ciptaannya itu terukur sehingga terealisasi kebaikan dan kesempurnaan. Dalam hikmah dan keadilan Ilahi, Tuahn membebankan manusia tugas kepada manusia sesuai dengan tugas masing-masing. Diapun menurunkan hukuman sesuai dengan kemampuan dan kehendak bebas mereka serta memberikan balasan baik berupa pahala dan siksa yang setimpal dengan tiap-tiap perbuatan manusia. (QS Albaqoroh : 286). "Sesungguhnya Allah tidak akan membebankan manusia sesuai dengan kemampuannya" . "Sesungguhnya pada hari kiamat tidak dizalimi seorangpun dan tidak diberikan balasan terhadap apa yang mereka lakukan melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat" (QS. Yasin:54). Tuhan memiliki tingkat kekuasaan yang Paling Tinggi dan Paling Sempurna. Dia Maha Mampu untuk melakukan pekerjaan apapun yang mungkin terjadi, namun Ia hanya melakukan sesuatu yang Ia kehendaki saja. Kita tahu kehendak Allah itu bukan main-main, meninggalnya orang yang lebih dulu tinggal di muka bumi ini adalah karena kekuasaannya. Dia tidak menghendaki sesuatu kecuali karena sifat kesempurnaannya, jadi urusan Tuhan itu hanya ditinjau dari sisi kesempurnaan atau kebaikan mahluk-mahluknya saja. Apabila keberadaan sesuatu mahluk itu melazimkan keburukan, maka sisi keburukan itu tidak mendasar, tetapi hanya merupakan efek, sebab kehendak Allah secara mendasar adalah pada kebaikan saja. Sekali lagi, manusia memiliki kehendak bebas, boleh melakukan baik dan buruk, bila melakukan yang baik maka akan mencapai kesempurnaan sebaliknya bila melakukan keburukan maka akan menderita abadi. Jadi wajar apabila siksa kubur dibebankan kepada yang melakukan tindakan dzalim. Pertanyaan di atas adalah pertanyaan logis dan manusiawi sesuai "wilayah akal" kita, tetapi menjawabnya dengan cara "diluar wilayah akal" kita.  Saya akan melengkapi dengan konsep penciptaan dalam sistem "Ayn Al Qudhat", mudah-mudahan ada benang merahnya. Penciptaan dalam bahasa Arab disebut khalq, ciptaan disebut mahluk. Alam diciptakan oleh Tuhan, sifat alam adalah "baru" (hadits), sedangkan sifat Tuhan adalah "Mendahului" (Qadim). Yang dimaksud baru adalah apa-apa yang memiliki permulaan dalam waktu. Kadim adalah apa-apa yang TIDAK memiliki permulaan dalam waktu. (perhatikan ada perbedaan secara waktu dan tanpa waktu). Proses penciptaan dalam konteks ini dapat diartikan sebagai suatu proses bagaimana sesuatu itu diadakan pada satu titik tertentu. Baru dapat diartikan juga sebagai apa yang membutuhkan, sedangkan kadim diartikan TIDAK membutuhkan sesuatu (perhatikan ada perbedaan lagi pada kebutuhan). Alam yang diciptakan Tuhan adalah alam fenomenal atau empiris yang dapat diindra, oleh karenanya penciptaan ini termasuk 'wilayah akal'. Artinya 'wilayah akal' adalah dunia empiris, dimensi fenomenal realitas, yang mana di dalamnya akal memenuhi peranan alamiahnya.  Sebaliknya, 'wilayah luar akal' adalah keadaan subyektif kesadaran, Lapisannya adalah lapisan terdalam di dalam kesadaran, yang di dalamnya jiwa manusia kehilangan sifat manusiawinya sendiri, mulai mengadakan kontak langsung dengan tatanan "Ilahi" segala sesuatu. (Red. Perhatikan waktu lebur dalam kehampaan). Wilayah di luar akal, jika dilihat sebagai suatu keadaan obyektif realitas berarti tatanan Ilahi segala sesuatu, yaitu dimensi transrasional dan supra indrawi dari realitas, yang akan menampakkan dirinya hanya kepada kesadaran seseorang di dalam kontemplasi yang dalam. Kembali lagi ke masalah utama, Tuhan Yang Absolut adalah sebagai Sumber Utama segala sesuatu yang dipahami oleh "wilayah akal", dipandang dari sudut wilayah akal berarti alam empiris ini berkaitan dengan waktu. Segala sesuatu terjadi di dalam waktu. Jadi, ide ini tidak dapat dilepaskan di dalam dimensi waktu. Tetapi, ide yang sama, yaitu bahwa Yang Absolut adalah Sumber Utama segala sesuatu yang ada, dari sudut wilayah di luar akal dipahami dengan bentuk yang sama sekali berbeda dengan ide penciptaan. Perbedaan ini muncul karena fakta bahwa wilayah di luar akal adalah wilayah metafisis yang tidak terkait dengan dimensi waktu. "Wilayah di luar akal" adalah wilayah diluar waktu. Dalam wilayah ini tidak ada tempat bagi ide penciptaan yang melibatkan konsep waktu. Dalam wilayah ini, ungkapan "sebelum penciptaan alam", dan ungkapan "setelah penciptaan alam" tidak berlaku, karena ke dua ungkapan ini hanya berlaku bagi ide penciptaan dari sudut "wilayah akal". Dalam "wilayah di luar akal". Ide bahwa Tuhan adalah Sumber Utama segala suatu yang ada, berarti bahwa Tuhan beserta segala sesuatu (maa), ini disebut "Kebesertaan Allah" (Maiyyat Allah). Ciri utama wilayah "di luar akal" adalah abadi, artinya melampaui waktu. Tidak ada pergantian temporal antara segala sesuatu, mustahil untuk bicara tentang sesuatu, yang ada sebelum dan sesudah sesuatu yang lain.   Apabila hal ini dihubungkan dengan pertanyaan diatas, buat apa menanyakan temporal siksa kubur apabila batasan waktu sudah berubah menjadi alam keabadian? Lalu, menuduh bahwa Allah berlaku dzalim atau tidak adil? Bisa jadi ini adalah kesalahan pertanyaan saja..  Jadi,dalam dimensi ruang di luar waktu, segala sesuatu dicirikan oleh jarak eksistensi yang sama dengan Tuhan. Tuhan adalah "beserta" segala sesuatu, yaitu segala sesuatu dalam dimensi ini menyertakan secara persis jarak ontologis yang sama dengan Tuhan. Segala sesuatu dilihat pada phase ini sebagai sesuatu yang ada secara bersama dalam daerah wujud yang abadi (yang melampaui waktu). Demikian, semoga penjelasan ini dapat membantu memperjelas, setidaknya kalau membuat bingung artinya membuat anda berfikir untuk menggali lebih dalam... kebingungannya : ).  Salam,&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1249314678327751022-5643513094501254735?l=srocates.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srocates.blogspot.com/feeds/5643513094501254735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1249314678327751022&amp;postID=5643513094501254735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/5643513094501254735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/5643513094501254735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srocates.blogspot.com/2008/12/keadilan-ilahi-pada-waktu-siksa-kubur.html' title='Keadilan Ilahi Pada Waktu Siksa Kubur'/><author><name>srocates</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428163667739891626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1249314678327751022.post-8674656733971916720</id><published>2008-12-27T10:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T11:22:29.243-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Ali Syariati</title><content type='html'>“I have no religion, but if I were to choose one, it would be that of Shariati’s.”&lt;br /&gt;Jean-Paul Sartre&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Ini versi Dr Mukhtar Effendy Harahap (seorang intelektual dari Universitas Gajah Mada) yang dikatakan langsung kepada saya soal kandungan buku Tugas Cendekiawan Muslim karangan Ali Shari’ati . Menurutnya, ada empat tipikal manusia, terutama dan dikhususkan pada manusia Islam, yang membuatnya berbeda dengan manusia-manusia lainnya.&lt;br /&gt;Tipikal pertama adalah ilmuwan. Seorang manusia mesti mencari tahu soal kehidupan dan alam semesta dalam serangkaian penelitian ilmiah. Ilmu pengetahuan menjadi prasyarat pertama sebelum seorang manusia dikatakan sebagai manusia. Ia berbicara tidak hanya berlandaskan asumsi-asumsi, praduga-praduga subjektif, dan emosional belaka, tapi berdasarkan bukti-bukti kongkret melalui serangkaian metode keilmuan. Ia belajar mulai dari dasar, dari ketidaktahuannya akan sesuatu dan kemudian menjadi tahu akan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari tipikal pertama, ia memasuki tahap kedua, yaitu intelektual. Di sini, persinggungannya dengan masyarakat sudah dimulai. Ia mulai memberikan pengetahuannya kepada masyarakat dan terutama sekali kepada pihak penguasa. Seorang intelektual bertugas membimbing masyarakatnya untuk mencari tahu dan mengarahkan kepada tujuan yang ingin digapai, sebuah tujuan yang bukan didasarkan atas konsensus bersama atau orang banyak (kuantitatif) tapi berdasarkan tujuan-tujuan murni dari kemanusiaan. Ia memperingatkan penguasa bila jalan yang diambil penguasa mematikan kadar positif manusia, menghempang kreativitas manusia, ataupun menindas kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;Kaum intelektual bukanlah bagian dari penguasa tapi merupakan bagian dari masyarakat yang tidak hanya melakukan kritik dan kontrol sosial, tapi juga melakukan dan menawarkan ide-ide baru yang bisa membuat masyarakat berubah dari kondisi kejumudan, taqlid, menjadi suatu generasi kreatif yang bergerak maju ke depan. Kaum intelektual tidak pernah takut akan pengorbanan, dan malahan pengorbanan dan resiko merupakan salah satu jalan yang harus dilalui.&lt;br /&gt;Dari intelektual, ia memasuki tahap ketiga yaitu ideolog. Ideolog bukanlah orang yang menguasi mimpi-mimpi kosong berdasarkan interest politik sesaat. Tapi ia merupakan orang yang mendasarkan gerakannya pada ilmu pengetahuan dan kebenaran sejati. Ia memobilisasi massa dan mengorganisirnya dalam suatu kelompok untuk melakukan perubahan. Kebanyakan ideolog tidak tertarik pada konsep evolutif atau kompromis dengan kekuasaan tapi berusaha menerjang kekuasaan dan menjungkirkannya. Ia memberikan pencerahan dan kekuatan kepada masyarakat dan bersatu serta memimpin mereka untuk melakukan perubahan.&lt;br /&gt;Tahap terakhir dari manusia adalah menjadi seorang ulama. Mukhtar mengatakan, ulama yang dimaksud bukanlah dalam kategori “ustadz”. Saya harus memberi tanda petik pada kata “ustadz”, karena menurut Mukhtar, di Indonesia tidak ada ulama, tapi hanya “guru-guru ngaji”. Para “guru-guru ngaji” ini lebih memandang penting persoalan berapa kali Anda menuangkan air ke wajah Anda ketika berwudhu tapi sama sekali tidak mengetahui kalau ketidakadilan sedang terjadi pada orang yang berwudhu itu. Ia sama sekali menutup mata pada kemiskinan yang selalu menjadi pengunjung tetap mesjid dan mushola. Ia tegoda dengan golongan berdasi yang melakukan korupsi tapi menyumbang besar pada pembangunan mesjid.&lt;br /&gt;Bagi Mukhtar, dalam interpretasinya terhadap pemikiran Ali Shari’ati, seorang ulama adalah pemimpin besar dalam masyarakat, yang sudah melampaui ketiga tahap sebelumnya. Dengan jelas ia menunjuk figur Ayatullah Ali Khomeini sebagai figur ulama di zaman modern yang mampu menyandang predikat itu. Ia sekaligus seorang ilmuwan, intelektual, dan ideolog.&lt;br /&gt;Anda boleh setuju atau tidak dengan Mukhtar. Tulisan ini diperbuat tidak untuk mengupas sangat jauh soal pemikiran Ali Shari’ati dalam bukunya itu. Buku ini sendiri merupakan kumpulan ceramah kuliah yang disampaikan oleh Ali Shar’ati yang berjudul Man and Islam dan kemudian diterjemahkan Dr. Amien Rais.&lt;br /&gt;Sungguh saya harus mengatakan, saya pun tidak terlalu jauh memahami pemikiran Shari’ati. Pun demikian, makalah ini bukanlah sebuah resensi tapi lebih merupakan penafsiran semata atas pemikirannya, sejauh yang saya ketahui. Namun minimal, saya juga ingin mengetahui, mengapa Amien Rais harus mencantumkan kalimat dalam kata pengantar-nya yang membuat saya tergelitik, yaitu:&lt;br /&gt;“Dr. Ali Shari’ati adalah seorang Muslim Syi’i sedangkan penerjemah adalah seorang Muslim Sunni. Dorongan untuk menerjemahkan buku ini bukanlah untuk menawarkan percikan-percikan pemikiran Syi’ah di Indonesia. Bagi penerjemah, perbedaan Syi’ah – Sunnah adalah warisan historis kuno yang telah menyebabkan lemahnya umat Islam sebagai satu keseluruhan. Yang perlu kita kerjakan bukan membongkar-bongkar konflik politik masa silam yang jelas tidak akan ada manfaatnya.”&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1249314678327751022-8674656733971916720?l=srocates.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srocates.blogspot.com/feeds/8674656733971916720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1249314678327751022&amp;postID=8674656733971916720' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/8674656733971916720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/8674656733971916720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srocates.blogspot.com/2008/12/ali-syariati.html' title='Ali Syariati'/><author><name>srocates</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428163667739891626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1249314678327751022.post-6909179224974339697</id><published>2008-08-16T10:52:00.000-07:00</published><updated>2008-12-27T11:22:22.171-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ubuntu'/><title type='text'>InstalasiPrinter HP LJ P1006 di Ubuntu 8.04</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Merdeka........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah, sekian lama mencari, bagaimana printer HP LJ P1006 bisa di gunakan, setelah tanya sama mbah dukun google, akhirnya ketemu juga, ini link sama prosedurnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hplip.sourceforge.net/downloads.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan di coba.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He..he..he..he..he&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1249314678327751022-6909179224974339697?l=srocates.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://srocates.blogspot.com/feeds/6909179224974339697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1249314678327751022&amp;postID=6909179224974339697' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/6909179224974339697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1249314678327751022/posts/default/6909179224974339697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://srocates.blogspot.com/2008/08/instalasiprinter-hp-lj-p1006-di-ubuntu.html' title='InstalasiPrinter HP LJ P1006 di Ubuntu 8.04'/><author><name>srocates</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428163667739891626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
